MAKALAH
Sumber Dan Dasar-Dasar Pendidikan Islam
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah
Manajemen ilmu Pendidikan Islam
Dosen Pengampu :
Muhammad Hannan, M.Pd.I
Disusun oleh :
Iwan fikri
M. Ibrahim lutfi
Muhammad roni
Jln. Doktren No.26 Krai Yosowilangun Lumajang
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM BUSTANUL ULUM
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PERIODE 2014-2015
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah Allamal Qur’an Kholaqol Insan Allamahul Bayan,wakholaqol insaana fii ahsani taqwim washshalatu wassalamu ’ala khoiril mursalin, Sayyidina Muhammadin wa ’ala alihi wa shohbihi ila yaumil wa’id.
Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah menciptakan manusia dan alam seisinya untuk makhluknya serta mengajari manusia tentang al-qur’an dan kandungannya, yang dengan akal pikiran sebagai potensi dasar bagi manusia untuk menimbang sesuatu itu baik atau buruk. Segala puji bagi Allah sang Maha Kuasa pemberi hidayah, yang semua jiwa dalam genggaman-Nya, Rahman dan Rahim-Nya telah menyertai kami sehingga dapat menyelesaikan penulisan makalah ini..
Solawat serta salam semoga senantiasa Allah limpahkan keharibaan Junjungan Kita Nabi Besar Muhammad SAW. Yang telah memberikan pelajaran, Tuntunan dan suri tauladan kepada kita semua, Sehingga Kita dapat menuju jalan islam yang lurus dan penuh ridhonya.
Dalam makalah ini, penulis berupaya semaksimal mungkin menyajikan makalah. Namun, penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangan.
Tiada yang dapat kami ucapkan sebagai balas budi kami selain untaian ucapan terima kasih dan doa, agar semua amal kebaikan selama ini penuh dengan iringan rahmat dan ridho Allah SWT. Sehingga dicatat sebagai amalan makbulan’indallah. Amin. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan semuanya, khususnya bagi penulis sendiri. Amin ya rabbal ‘alamin.
Krai , 14 oktober 2014
penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................. I
KATA PENGANTAR………………..............................….....……........ II
DAFTAR ISI………………........................................………….....….... III
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah……………......….............…..........….... 1
B. Rumusan Masalah…........….......……............................................ 1
C. Tujuan............................................................................................. 1
BAB II:PEMBAHASAN
A. Sumber ilmu pendidikan islam..….............…….…........…..…..... 2
B. Dasar-dasar ilmu pendidikan islam...........................….................. 4
C. Perbedaan antara dasar ilmu pendidikan islam dengan
dasar ilmu pendidikan barat....................……………..................... 7
BAB III:PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………….......................................... 9
B. Saran………........……………......…….……..…....…................... 9
DAFTAR PUSTAKA…………..…………………................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, sering kita temukan bahwa generasi muda kekinian banyak yang melupakan terhadap jati dirinya sebagai generasi muslim. Artinya, mereka banyak berkaca kepada gemerlap pendidikan orientalis, yang orietasinya sangat melenceng sekali dengan orientasi islam sendiri. Hal tersebut dikarenakan sekian banyak dari genersi islam sendiri tidak memahami terhadap sumber ajaran serta dasar-dasar pendidikan islam. Sehingga mereka bagaikan kacang yang lupa pada kulitnya.
Sumber serta dasar-dasar ilmu pendidikan islam jangan dipandang sebagai sebuah hiasan semata. Karena, apabila hal tersebut terjadi. islam akan mengalami dekadensi dan degradasi dikemudian hari. Islam akan kehilangan norma-norma yang terkandung didalamnya, bagaimana caranya agar hal itu tidak terjadi ? jawabanya ada ditangan para pemeluk dan pemuda-pemudi islam sendiri.
B. Rumusan Masalah
a. Apa saja sumber ilmu pendidikan islam ?
b. Apa saja dasar-dasar ilmu pendidikan islam ?
c. Bagaimana perbedaan antara dasar ilmu pendidikan islam dengan dasar ilmu pendidikan barat ?
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui sumber ilmu pendidikan islam !
b. Untuk mengetahui dasar-dasar ilmu pendidikan islam !
c. Untuk mengetahui perbedaan antara dasar ilmu pendidikan islam dengan dasar ilmu pendidikan barat !
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sumber Pendidikan Islam
a. Al-Quran Sebagai Sumber Utama
Sumber utama ilmu pendidikan islam adalah al-quran. Al-quran sebagai sumber dan dasar nilai serta norma dalam islam. Dengan demikian,sumber dan dasar nilai ilmu pendidikan islam pun adalah al-quran. Oleh karena itu, bukan ilmu pendidikan islam apabila sumber inspirasinya bukan al-quran.
Secara etimologis, al-quran berasal dari kata “qara-an, yaqra-u, qira`-atan atau qur-anan” yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (adh-dhammu) huruf-huruf serta kata-kata dari satu ke bagian lain secara teratur. Di katakan al-quran kerana ia berisi intisari semua kitabullah dan intisari dari ilmu pengetahuan.
Muhammad salim muslim, dalam bukunya tarikh al-quran al-karim menyatakan bahwa al-quran adalah firman allah yang di turunkan kepada nabi muhammad SAW. Yang tertulis dalam mushaf-mushaf dandi nukil atau di riwayatkan kepada kita dengan jalan mutawatir,dan membacanya dipandang ibadah serta sebagai penentang (bagi yang tidak percaya) walaupun dengan surat terpendek.
Abdul wahab falah mendefinisikan alquran sebagai firman allah swt yang diturunkan melalui ruhl amin( jibril) kepada nabi muhammad SAW. Dengan bahasa arab, isinya dijamin kebenarannya, dan sebagai, dan sebagai hujjah kerasulanya, undang-undang bagi seuruh manusia dan petunjuk dalam beribadah serta dipandang dalam membacanya, yang terhimpun dalam mushaf yang dimulai dari surat alfatihah dan diakhiri dengan surat annas, yang diriwayatkan kepada kita dengan jalan mutawatir.
syekh muhammad abduh mendenifisikan al-quran sebagai kalam mulia yang di turunkan oleh allah SWT. Kepada nabi yang sempurna (muhammad SAW.), ajarannya mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan . ia merupakan
sumber yang mulia yag esensianya tidak dimengerti, kecuali orang yang berjiwa suci dan berakal cerdas. (muhaimin, tadjab, abdul mudjib, 1994:87-88).
ketiga denefisi al-quran tersebut sebenarnya saling melengkapi. Definisi pertama lebih melihat keadaan al-quran sebagai firman allah yang diturunkan kepada nabi muhammad SAW., diriwayatkan kepada umat islam secara mutawatir, membacanya sebagai ibadah dan salah satu fungsinya ialah sebagai mukjizat atau melemahkan para lawan yang menentangnya. Definisi kedua melengkapi penjelasan cara turunya lewat malaikat jibril, penegasan tentang permulaan surat dari al-quan serta akhir suratnya, dan fungsinya, disamping sebagai mukjizat atau hujjah kerasulanya, juga sebagai undang-undang bagi seluruh ummat manusia dan petunjuk dalam beribadah. Definisi ketiga me;engkapi isi alquran yang mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan, fungsinya sebagai sumber yang mulia, dan penggalian esensinya hanya bisa dicapai oleh orang suci dan cerdas.
b. As-Sunnah Sebagai Sumber Kedua
Secara harfiah as-sunnah adalah Jalan hidup yang dijalani atau dibiasakan, apakah jalan hidup itu baik atau buruk, terpuji ataupun tercela.
Adapun pengertian as-sunnah menurut para ahli hadis adalah sesuatu yang didapatkan dari Nabi SAW yang terdiri dari ucapan, perbuatan, sifaat fisik atau budi, atau biografi, baik pada masa sebelum kenabian ataupun sesudahnya. Sunnah menurut para ahli hadis Sama dengan pengertian hadis.
c. Ijtihad sebagai sumber ketiga IPI
Menurut rahmat syafi’in (1997: 97), secara etimologis, kata” ijtihad “ artinya kesulitan dan esusahan (al-masyaqaqah), juga diartikan dengan kesanggupan d kemampuan (ath-thaqat).
Menurut istilah, ijtihad ialah menngunakan seluruh kesanggupan untuk menetapkan hukum syari’at. Dengan cara mengeluarkanya dari alquran dan assunnah atau mengerahkan kesanggupan seorang fuqaha’ untuk menghabiskan dzan (sangkaan) dengan menetapkan suatu hukum syara’ orang yang melakukanya disebut mujtahid.
Dari definisi ijtihad diatas, dapat disimpulkan bahwa ijtihad adalah :
1. Pengerahan akal pikiran manusia yang berilmu.
2. Penggunaan akal sungguh-sungguh karena adanya dalil-dalil yang dzanni dari al-qur’an dan al-hadits.
3. Berkaitan dengan segala hal yang nashnya masih samar dan bersifat amaliyah.
4. Penggalian kandungan al-quran dan asunnah dengan berbagai usaha dengan berbagai usaha dan pendekatan.
5. Dalil-dalil yang ada dirinci sedemikian rupa sehingga hilang kedzanny-annya.
6. Hasil ijtihad berbentuk pemhaman para ulama’ yang mudah diamalkan.
B. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Islam
Dasar dasar pendidikan islam secara garis besar ada 3 yaitu: al-qur’an, as-sunnah dan perundang-undangan yang berlaku dinegara kita.
a. Ayat-ayat Al-quran tentang ilmu pendidikan islam
Islam adalah agama yang membawa misi agar umatnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. Ayat al-quran yang pertama kali turun adalah berkernaan di samping masalah keimanan juga pendidikan.
اِقَرَأْ بِسْمِ رَبّكَ الّذِيْ خَلَقْ. خَلَقَ الاِ نْسَانَ مِنْ عَلَقْ.اِقْرَأوَرَبّكَ الْاَكْرَمْ. اَلّذِيْ عَلّمَ بِاالْقَلَمْ. عَلّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ.
Artinya : “ bacalah dengan ( menyebut ) nama rabbmu yang menciptakan dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,dan rabbmu yang maha pemurah yang mengajar manusia dengan perantara pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.( Al-alaq:1-5)
Dari ayat-ayat tersebut diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa seolah-olah tuhan berkata hendaklah manusia meyakini akan adanya tuhan pencipta manusia dari segumpal darah, selanjutnya untuk memperkokoh keyakinannya dan memeliharanya agar tidak luntur hendeklah melakukan pendidikan dan pengajaran.
b. As-sunnah
Rasulallah mengatakan bahwa beliau adalah juru pendidik dalam kaitan dengan ini M.athiyah al abrasyi mengatakan: pada suatu hair rasul keluar dari rumahnya dan beliau menyaksikan adanya dua pertemuan; dalam pertuam pertama, oarang-orang yang berdoa kepada allah ‘azza wajall, mendekatkan diri kepada-Nya; dalam pertemuan kedua orang sedang memberikan pelajaran. Langsung beliau bersabda
اَمَّا هَؤُلآءِ فَيَسئَلُوْنَ اللهَ فَاِنْ شَاءَ اَعْطَا هُمْ وَاِنْ شَاءَ مَعَنَهُمْ اَمَّا هَاءلآءِ فَيُعَلّمُوْنَ النّاسَ وَاِنّمَا بُعِثْتُ مُعَلّماً
Artinya:
“ mereka ini (pertemuan pertama) minta kepada allah bila tuhan menghendaki maka ia memenuhi permintaan tersebut dan jika ia tidak menghendaki maka tidak akan dikabulkannya, tetapi golongan kedua
ini, mereka mengajar manusia, sedangkan saya sendiri diutus untuk juru didik. “
Setelah beliau duduk pada pertemuan kedua ini. Praktek ini membuktikan kepada kita suatu contoh terbaik betapa rasul mendorong orang belajar danmeyebarkan ilmu secara luas dan suatu pujian atas keutamaan juru didik. Dari penjelasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa rasulullah menjunjung tinggi kepada pendidikan dan memotivasi agar berkiprah kepada pendidikan dan pengajaran.
c. Perundang-undangan yang berlaku diindonesia
a. UUD 1945, pasal 29
Ayat 1 berbunyi: “negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Ayat 2 berbunyi: “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu.
C. Perbedaan antara Dasar Ilmu Pendidikan Islam Dengan Dasar Ilmu Pendidikan Barat.
Sebelum membahas perbedaan antara dasar ilmu pendidikan islam dan ilmu pendidikan barat terlebih dahulu di uraikan mundurnya ilmu pendidikan islam atau melemahnya semangat umat islam dalam memperdalam ilmu pengetahuan. Ilustrasi historis kemunduran ilmu pengetahuan di kalangan umat islam merupakan kepedihan sekaligus kesedihan yang menimpa umat islam sampai dengan hari ini.
Seperti di kemukakan dalam sejarah ilmu pengetahuan, sejak abad 8 sampai dengan abad 12, selama kurang lebih 500 tahun secara terus-menerus, sains dan teknologi merupakan ilmu monopoli umat islam. Namun, setelah abad 8 mereka mulai melepaskannya sejarah berangsur-angsur dan menganggapnya sebagai unsur asing, untuk kemudian menjahuinya atau memusuhinya, sedangkan bangsa-bangsa eropa dalam kurun waktu yang sama, justru meningkatkan kegiatan mereka dibidang tersebut. Kenyataan ini tercermin dalam ungkapan ibnu khaldun dalam mukoddimah-nya, yang mengabarkan bahwa ditanah bengsa frangka dan dipesisir utara laut tengah sedang diumbuhkan ilmu-ilmu falsafi dengan giat. Sementara itu, umat islam memandang ilmu fisika dan sejenisnya tidak lagi bergunabagi kehidupan keagamaan.
Menurut pendapat ahmad tafsir, dapat diambil pemahaman bahwa ilmu pendidikan islam dengan penddikan barat sangat berbeda, baik dalam pengambilan sumber ajaranya maupun dasar-dasar yang menjadi landasan pengembangannya. Dalam ilmu pendidikan barat, semuanya berbasis pada rasionalisme, sedangkan pendidikan islam berbasis pada alquran dan as-sunnah. Barat memandang pendidikan berguna untuk kehidupan manusia di dunia dan untuk kemanusiaan, tidak ada yang menyangkut masalah akhirat
Perbedaan antara dasar ilmu pendidikan islam dengan dasar ilmu pendidikan barat bisa kita lihat dari beberapa aspek berikut :
ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN BARAT
PENDIDIKAN ISLAM
Proses Belajar Mengajar Karena sekularistik-materialistik, maka motif dan objek belajar-mengajar semata-mata masalah keduniaan Aktivitas belajar-mengajar ialah amal ibadah, berkaitan erat dengan pengabdian kepada Allah
Tanggungjawab belajar mengajar Semat-mata urusan manusia Disamping tanggungjawab kemanusiaan, juga tanggungjawab keagamaan. Karena dalam belajar mengajar, terdapat hak-hak Allah dan hak-hak makhluk lainnya pada setiap individu, khususnya bagi orang yang berilmu
Kepentingan Belajar Belajar hanyalah untuk kepentingan dunia, sekarang dan di sini Belajar tidak hanya untuk kepentingan hidup dunia sekarang, tetapi juga untuk kebahagiaan hidup di akhirat nanti
Konsep Pendidikan Barat pada umumnya tidak mengaitkan pendidikan dengan pahala dan dosa. Ilmu itu bebas nilai (values free). Islam mengaitkannya dengan pahala dan dosa karena kebajikan dan akhlak mulia merupakan unsur pokok dalam pendidikan Islam.
Tujuan Akhir Pendidikan Hidup sejahtera di dunia secara maksimal baik sebagai warga Negara maupun sebagai warga masyarakat. Terwujudnya insan kamil (manusia sempurna dan paripurna), yang pembentukannya selalu dalam proses sepanjang hidup (has a beginning but not an end).
Arah pengembangan kepribadian peserta didik Konvergensi lebih cenderung kea rah kesejahteraan hidup di dunia Islam cenderung kea rah kehidupan dunia dan akhirat yang serimbang dan pengabdian kepada Allah (QS. Al-Zariyat (51):56 dan Al-Qashas (28): 77
Kebebasan dan keterikatan dalam keberhasilan pembelajaran Keterikatan berdasar pada unsure dunia semata Sedangkan Islam keterikatan itu disamping unsure duniawi tapi juga unsure ukhrawi
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sumber utama ilmu pendidikan islam adalah al-quran. Al-quran sebagai sumber dan dasar nilai serta norma dalam islam. Kemudian hadits rasulullah dan ijthad para ulama’ mujtahidin
Dasar-dasar pendidikan islam ialah meliputi ayat alqur’an, hadis rasulullah serta perundang-undangan negara
ilmu pendidikan islam dengan penddikan barat sangat berbeda, baik dalam pengambilan sumber ajaranya maupun dasar-dasar yang menjadi landasan pengembangannya. Dalam ilmu pendidikan barat, semuanya berbasis pada rasionalisme, sedangkan pendidikan islam berbasis pada alquran dan as-sunnah. Barat memandang pendidikan berguna untuk kehidupan manusia di dunia dan untuk kemanusiaan, tidak ada yang menyangkut masalah akhirat
B. Saran
Setelah mempelajari sumber dan dasar-dasar ilmu pendidikan islam tersebut. Maka kami sebagai penulis berharap agar kepada semua generasi islam dapat memahami, menghayati serta mempelajari lebih dalam lagi tentang sumber ilmu pendidikan islam dan mentransferkan kepada generasi islam berikutnya, sehingga islam tetap eksis dan memiliki kader-kader yang tidak melupkan terhadap jati dirinya, seperti kata pepatah bagaikan kacang lupa pada kulitnya.
DAFTAR PUSTAKA
Beni, ahmad saebani dan hendra akhdiyat. 2009. ilmu pendidikan islam,
Bandung : pustaka setia
Nata, abuddin. 2008. ilmu pendidikan islam. jakarta : kultura
Uhbiyati, Nur.Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung, Pustaka Setia : 2005)